Kami datang dengan Menggugurkan Warna Kulit, Suku, Asal, Bangsa Antum Semua. Kami Sekelompok Orang-Orang yang ingin Mengamalkan Ukhuwah Islamiyah Sebagai Kado Istimewa dari Sang Khaliq Kepada Hamba-Nya.

Ayolah IKHWAN...Jangan PIPIS Berdiri Lagi YA

Share on :
Assalaamu 'Alaikum Sahabat H A P I S yang di Rahmati Allah "Azza Wa Jalla.
Apa Kabar Sahabat H A P I S semua?
Alhamdulillah Kabarnya luar biasa kan?
Semoga Kita Semua berada dalam Lindungan-Nya Serta masih berada dalam Nikmat Iman yang dititipkann-Nya untuk kita menjaganya hingga detik-detik datangnya dan berkhirnya Amanah yang di embankan pada kita. Tak Lupa dengan para sahabat H A P I S yang sekarang di beri Allah 'Azza Wa Jalla Ujian berupa Rasa Sakit, Bosan, Putus Asa.Semoga nian Allah 'Azza Wa Jalla Meringankan  Segala Jenis Penyait yang menimpa bahkan Allah "Azza Wa Jalla mengangkat Rasa sakit itu menyelesaikan dalam masalah antum semua..AAMIIN.

Sekedar mengingatkan kembali agar sahabat jangan pernah Lupa untuk Ucapkan serta membuktikan atas Rasa bersyukur kita pada Allah 'Azza Wa Jalla yang telah Limpahkan Nikmat-Nya pada kita (Terutama masih dalam keadaan BerIman),.Alhamdulillah...........Upssss....Sahabat H A P I S jangan lupa juga dengan baginda Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wassallam untuk memperbanyak Shalawat Serta Salam atas Rasulullah, dengan di tambah pembuktian atas kecintaan kita atas baginda Rasulullah dengan menjalankan Sunnahnya. Insya Allah secara perlahan kita pasti BISA...!!!
BISA...!!!! PASTI BISA......!!! Jangan menyerah sahabat H A P I S.

Sahabat H A P I S tampaknya sudah Cukup lama ndak berikan Postingan dalam Blog ini, Kangen dong Pastinya..hehehe :)...Alhamdulillah..Sahabat H A P I S yang di Rahmati Allah "Azza wa Jalla, kedatangan Sahabat kali ini Hanya sedikit membawa Payung Keteduhan yang ada dalam Ad-Diin kita yakni Agama Islam. Apa sih yang mau di bagikan?...Penasaran deh..hehe...

Sahabat H A P I S pasti bertanya kenapa Ane bilang Islam sebagai Payung Keteduhan?
Islam akan Membuat kita dapat Berlindung di dalamnya serta Memberi Berjuta kenyamanan, coba Sahabat H A P I S bayangkan, saking Indahnya Islam itu Allah 'Azza Wa Jalla menSyari'atkan kita dari hal yang sangat kita anggap sepele bahkan hampir tak ada (Mungkin), namun perhatian yang di buktikan Allah lewat Syariat yang dibuat-Nya tak lain adalah Menjadikan Hidup kita Jauh lebih teratur dengan Berjuta Kebahagiaan yang menantii kita di depan kita. Subhaanallah......Semoga Allah 'Azza Wa jalla memberikan kebahaigian pada kita baik di dunia ini Sampai kelak di Akhirat. Aamiin Yaa Rabb..

Kali ini sahabat H A P I S ingin memberikan sedikit artikel ringan yang sahabat bisa baca di saat sahabat punya waktu luang.Sahabat membawa sebuah Syariat dari-Nya perihal yang sangat kecil bahkan tak jarang kita masih abaikan hal itu, tapi ini Khusus IKHWAN H A P I S ya...untuk AKHWATnya Insya Allah akan Menyusul :)

Kita mulai membaca nya ya. Bissmillaahirrahmaanirrahiim.

Syumuliah ajaran Islam mencakup semua sisi kehidupan manusia. Setiap aktifitas muslim ada tuntunan dan petunjuknya dalam Islam. Salah satunya dalam perkara buang air atau aktifitas di kamar kecil.

Islam menuntun umatnya agar menggunakan adab-adab buang air yang sudah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Tujuannya, supaya mereka menjadi makhluk mulia yang berbeda dengan binatang yang tak memiliki aturan saat buang hajatnya. Di antara adab tersebut: bersembunyi atau menutup diri dari pandangan orang saat buang air, tidak menghadap ke kiblat atau membelakanginya, tidak buang hajat sambil berbincang-bincang, buang hajat tidak dengan berdiri agar lebih aman dari cipratan najis dan tidak terlihat auratnya oleh manusia, dan adab-adab lainnya.

Berkaitan dengan posisi saat buang air kecil, maka sambil duduk adalah lebih utama. Walaupun dengan berdiri bukan berarti haram mutlak, walau ada sebagian ulama yang memakruhkannya dengan makruh tanzih. Sebabnya, Nabi biasa buang air kecil dengan duduk dan pernah sesekali beliau buang air dengan bediri untuk menjelaskan bolehnya. Sehingga 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha tidak mengetahui dari posisi buang air kecil Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallamkecuali dengan duduk. Beliau Radhiyallahu 'Anha menyampaikan,

"Siapa yang menyampaikan kepadamu bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam buang air kecil sambil berdiri maka janganlah percaya kepadanya. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah buang air kecil kecuali dengan duduk." (HR. Al-Nasai, no. 3227, Abu Dawud, no. 2050)

Ini kesaksian Aisyah Radhiyallahu 'Anhu yang ia lihat dari posisi Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat buang air kecil dalam rumahnya. Ini tidak menafikan posisi buang air kecil beliau yang sambil berdiri. Juga tidak menunjukkan larangannya secara total. Karena ada keterangan dari Hudzaifah Radhiyallahu 'Anhu yang mengatakan,

"Sungguh aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam atau beliau berkata Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah mendatangi tempat pembuangan sampah mulik suatu kaum lalu beliau buang air sambil berdiri." (HR. Bukhari dan Muslim)


. . . Nabi biasa buang air kecil dengan duduk dan pernah sesekali beliau buang air dengan bediri untuk menjelaskan bolehnya. . .

Imam Nawawi menjelaskan dalam syarahnya terhadap Shahih Muslim, bahwa hadits-hadits yang menyebutkan larangan buang air kecil sambil berdiri adalah lemah, kecuali hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan ahlus Sunan, bahwa beliau berkata: "Siapa yang menyampaikan kepada kalian bahwa RasulullahShallallahu 'Alaihi Wasallam buang air kecil sambil berdiri maka jangan kalian mempercayainya." Hadits ini dijawab, hadits yang menetapkan didahulukan atas yang menafikan. Dan bahawa 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha menceritakan apa yang dilihatnya di dalam rumahnya dan tidak menunjukkan larangan secara umum.

Kesimpulannya, buang air sambil berdiri dibolehkan dengan syarat benar-benar aman dari terciprat air kencingnya, aman dari pandangan manusia, dan dalam kondisi mendesak untuk berdiri. Alasan terakhir ini yang disebutkan oleh Imam Abu Abdillah al-Marwazi dan Al-Qadhi Iyadh (dalam Syarah Nawawi atas Shahih Muslim), bahwa subathah (tempat pembuangan sampah) adalah tinggi. Wallahu Ta'ala A'lam.

Sumber :  [PurWD/voa-islam.com]

Cukup sekian dulu ya sahabat H A P I S, perlahan Mari kita Amalkan syariat Indah
ini, semoga Allah mempermudah kita dalam mengamalkan hal ini. AAMIIN

Wassalaamu 'Alaikum Warahmatullah 


Salam Penuh Cinta dalam Dekapan Ukhuwah Islamiyah

0 komentar on Ayolah IKHWAN...Jangan PIPIS Berdiri Lagi YA :